MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • SIARAN PERS/
  • Kemenkominfo Dorong Pelajar SMA Lakukan Aksi Cegah Stunting
Dok. Photo Kemenkominfo

Kemenkominfo Dorong Pelajar SMA Lakukan Aksi Cegah Stunting

Kamis, 31 Agustus 2023 – 11:38 WIB

VIVA – Guna memutus mata rantai stunting, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendorong pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melakukan aksi pencegahan stunting. Beberapa aksi yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi, menjalani diet sehat, rajin berolahraga, menjaga kebersihan diri, serta mengonsumsi rutin Tablet Tambah Darah (TTD). 

Baca Juga :

Ibunda Aldila Jelita Berharap Anaknya Meninggalkan Indra Bekti

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Nursodik Gunarjo saat membuka kegiatan Genbestival di SMA Kesatrian 2 Kota Semarang (30/8). Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Soenarto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam, Perwakilan Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang Toto, serta beberapa perwakilan sekolah di Kota Semarang. 

Dihadapan para pelajar, Gunarjo menyampaikan para pelajar harus sadar stunting sejak dini karena mereka akan menjadi orang tua yang melahirkan anak yang diharapkan bebas stunting.

Baca Juga :

Hati-hati Ada Permen Karet Ganja

“Anak yang terlahir stunting tidak hanya akan memiliki tubuh pendek, namun berisiko memiliki tingkat kecerdasan rendah, yang dapat menurunkan tingkat produktivitas sehingga tidak kompetitif. Selain itu, anak stunting di usia tua juga rentan memiliki penyakit komorbid seperti darah tinggi ataupun diabetes,” katanya. 

Walikota Semarang Hevearita dalam sambutannya menyampaikan untuk menurunkan angka stunting, pemerintah Kota Semarang tidak hanya melakukan penanganan terhadap anak saja namun juga dari hulu yakni remaja putri.

Baca Juga :

Jennifer Coppen Enggan Ungkap Wajah Anak: Mau Menjaga Privasi

“Pemerintah Kota Semarang memiliki beberapa program untuk remaja putri antara lain gerakan aksi bergizi dengan makan dua butir telur dalam sehari dan edukasi pencegahan pernikahan dini,” katanya. 

Pemerintah Kota Semarang juga mendorong kalangan milenial untuk ikut berperan menangani persoalan stunting melalui program Melon Musk, yang merupakan kependekan dari Milenial Gotong Royong Atasi Stunting di Kota Semarang yang diluncurkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI lalu.  Hevearita pun berharap melalui sosialisasi Genbestival para pelajar memperoleh pemehaman dan kesadaran akan bahaya dan pencegahan stunting serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta, yang hadir sebagai narasumber, menghimbau remaja untuk mulai memperhatikan asupan gizi seimbang melalui Isi Piringku, yaitu porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Ia pun mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.

“Kabohidrat kalau semakin banyak kita makan, maka semakin banyak lemak, karena karbohidrat itu sebagai sumber energi, untuk masa otot berasal dari protein, sehingga jangan berlebihan mengonsumsi karbohidrat,” jelas Denta.

Selain disi dengan pertunjukkan seni, Genbestival Kota Semarang mendorong pelajar untuk melakukan aksi nyata cegah stunting, salah satunya dengan minum TTD bersama yang dilakukan secara simbolis. Sedangkan pengetahuan mereka diperkaya dengan informasi yang hadir dengan permainan cerdas cermat.   

Genbestival yang diadakan di Kota Semarang merupakan bagian dari kampanye Genbest (Generasi Bersih dan Sehat), yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. Genbestival disi dengan pertunjukkan seni yang diselingi penyampaian informasi edukatif dengan harapan pesan-pesan pencegahan stunting disampaikan dengan cara yang santai dan menyenangkan, sehingga lebih mudah dipahami oleh para pelajar.  

Secara keseluruhan kampanye Genbest mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. Selain melalui media tatap muka, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, siap nikah, maupun reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, serta videografik melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid.

Halaman Selanjutnya

Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta, yang hadir sebagai narasumber, menghimbau remaja untuk mulai memperhatikan asupan gizi seimbang melalui Isi Piringku, yaitu porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Ia pun mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21